Catatan Perjalanan wannoni

Hidup Bermakna dengan Memaknai Kehidupan

Mengenal Tanjung Pura


   Mar 26

Mengenal Tanjung Pura

Tanjung Pura adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Berlokasi sekitar 60 km sebelah utara dari Kota Medan. Tanjung Pura merupakan salah satu titik yang dilewati oleh Jalan Raya Lintas Sumatra menuju Propinsi Aceh, sekarang namanya apa ya? auk ah ! juga kota kecil penuh kenangan bagi saya yang lahir di sana tepatnya di desa Paya Prupuk.

Penduduk Tanjungpura kebanyakan datang dari Siak, Kedah, Selangor, Petani dan dari beberapa daerah di tanah Malaysia, makanya lingkungan tradisi budaya Malaysia sangat kental, walau banyak juga perbedaan adat budaya nya.

Langkat juga didominasi suku Melayu, identik dengan agama Islam. Pasalnya adat Melayu merupakan Adat bersendikan hukum Syara’ (Islam) dan hukum Syara’ bersendikan Kitabullah (Al-Quran). “Jadi suku Melayu itu sangat identik dengan agama Islam,”.

Banyak peninggalan bersejarah disini,seperti makam raja-raja ( sultan langkat ) yang masih terawat baik dikomplek perkuburan mesjid Azizi, disana juga tempat kedua orang tua serta banyak keluarga dan leluhur saya yang di makamkan.

Tanjung Pura adala pusat kerajaan lama , walupun kota miskin disana berdiri Masjid Termegah Azizi dengan perpaduan arsitektur Melayu, Timur Tengah, China dan Persia. Dibangun tahun 1897-1927, tapi diresmikan pada 13 Juni 1902.

Bersemanyam pula Makam Syeikh ROKAN ,maha guru dari Tariqah NAsbaqdiah didesa BESILAM ( diambli dari kata BABUSSALAM).Dalam perayaan tahunannya Masjid Besilam di hadiri ribuan jamaah dari seluruh pelosok negeri didunia menperingati haul tareqat NAqsabandiah.

Nama Langkat sendiri ada yang mengatakan berasal dari daerah Kuala Langkat. Tapi ada yang percaya itu berasal dari nama pohon Langkat yang waktu itu tumbuh subur disana. Pohon ini tinggi seperti pohon Langsat, tapi buahnya terasa pahit dan kelat.

Djohar Arifin menceritakan, bahwa awal berdirinya Langkat dibawa oleh Dewa Sahdan (India) pada tahun 1500-1580 M yang mengembara dan menikah dengan putri bangsawan Karo Sibayak yang diberi marga Perangin-Angin.

Keduanya menetap di Deli Tua dan pergi membangun serta memimpin Langkat (1568-1580).

Ketika ia wafat, putranya Dewa Sakti maju menggantikan posisi ayahnya sebagai penguasa wilayah luas yang terbentang antara Sungai Seruwai di Tamiang, hingga Sungai Batang Serengan.

Ketika Dewa Sakti mangkat, posisinya diganti oleh Sultan Abdullah yang kemudian mashur disebut sbg Mahrum Guri.

Waktu berjalan, Mahrum Guri pun wafat digantikan oleh Raja Kahar ( + 1673). Dipercaya, Raja Kahar menegakan Kesultanan Langkat pada 12 Rabiull Awal 1163 H, atau tepat tanggal 17 Januari 1750 Masehi.
Ditangan beliaulah, Langkat menjadi kerajaan Melayu yang besar dan kaya raya.

Masa kejayaan kerajaan Langkat berada pada saat kepemimpinan Sultan Abdul Azis pada tahun 1896-1926.

Adapun Sultan Langkat terakhir yakni Sultan Machmud (memerintah 1927-1946) – yang berkedudukan di ibukota Tanjung Pura.

Namun, ketika Kesultanan mulai ambruk tidak ada lagi sisa bangunan kerajaan itu yang masih bisa dinikmati. Semua lenyap dan habis, bersama meletusnya Revolusi Sosial tahun 1946. Pada saat itu banyak keluarga kesultanan Langkat yang di bunuh.

Walau sekarang Tanjung Pura berfungsi hanya sebagai jalan lintas menuju propinsi Aceh dan bagai kota yang tak tampak perkembangannya dari zaman ke zaman, tapi di sana berdiri mesjid Azizi yang megah dan satu satunya bukti otentik bahwa dahulu pernah ada satu kerajaan Melayu yang makmur diwilayah Langkat ini.

Wahai putra putri Tanjung Pura yang berada di seluruh pelosok dunia, ber niat-kah untuk membangun kampong halaman kita tersebut untuk lebih maju terutama di sektor lapangan kerja, spiritual, pendidikan dan pariwisata ?

Kampung kita menunggu uluran modal, kreatifitas dan kegesitan putra putrinya..

Demikian sekilas tentang kota kecil dimana aku dilahirkan Tanjung Pura yang dikutip dari tulisan beberapa penulis.

29 January 2010
by : wannoni

jl.pemuda tanjung pura

ged.nasional tg.pura

simp brandan tg.pura

stadion di tanjung pura

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Comments

  1. mahmud khudri says:

    Bagi pemuda dan pemudi yang berasal dari Tanjung pura, marilah kita berikan perhatian kita untuk membangun daerah kita ini yang dari tahun ke tahun tak pernah terlihat perkembangannya padahal banyak pemuda-pemudi yang berasal dari daerah ini telah berhasil diperantauan

  2. budi wijaya says:

    Ass er wb,slm knl dr sy Budi,asli Tanjung Pura Langkat,tepatnya jln tanjung,kota yg tercinta,kota yg tertinggal,dr kota2 lain,dekat di Hati jauh di mata?

  3. wannoni says:

    Salam kenal kembali, saya juga asli Tanjung Pura…. :) :) :)

  4. saya juga asli orang tanjung pura , rumah saya dulu dijalan jend. sudirman. saya sudah lama tidak pulang kekampung halaman dan saya sekarang tinggal di bandung. salam kenal teman sedaerah

  5. wiwin says:

    saya dari kalimantan barat. di tempat asal kami juga ada kerajaan tanjng pura ada ada kaitan dengan tanjung pura sumatra ya ?

  6. Nazaruddin, drg. MPH says:

    langkat kota kelhiran ku selalu ku rindu

  7. Nazaruddin, drg. MPH says:

    aku lahir di depan mesjid azizi tanjung pura 50 tahu yang lalu

  8. Uncu says:

    Assalammualaikum.
    Pada kesultanan langkat dulu, ada datuk leka namanya, yg bearti kejuruan terusan ya.awak dr terusan

Leave a Reply